Aku tulis sajak ini
untuk menghibur hatimu
Sementara engkau kenangkan encokmu
kenangkanlah pula masa remaja kita yang gemilang
Dan juga masa depan kita yang hampir rampung
dan dengan lega akan kita lunaskan.
Kita tidaklah sendiri
dan terasing dengan nasib kita
Kerna soalnya adalah hukum sejarah kehidupan.
Suka duka kita bukanlah istimewa
kerana setiap orang mengalaminya
Hidup tidaklah untuk mengeluh dan mengaduh
Hidup adalah untuk mengolah hidup
bekerja membalik tanah
memasuki rahsia langit dan samodra
serta mencipta dan mengukir dunia.
Kita menyandang tugas,
kerna tugas adalah tugas.
Bukannya demi sorga atau neraka.
tetapi demi kehormatan seorang manusia.
kerana sesungguhnya kita bukanlah debu
meski kita telah reyot,tua renta dan kelabu.
Kita adalah kepribadian
dan harga kita adalah kehormatan kita.
Tolehlah lagi ke belakang
ke masa silam yang tak seorang pun berkuasa menghapusnya.
Lihatlah betapa tahun-tahun kita penuh warna.
Sembilan puluh tahun yang dibelai napas kita.
sembilan puluh tahun yang selalu bangkit
melewatkan tahun-tahun lama yang porak peranda.
Dan kenangkanlah pula
bagaimana dahulu kita tersenyum senantiasa
menghadapi langit dan bumi,dan juga nasib kita.
Kita tersenyum bukanlah kerana bersandiwara.
Bukan kerna senyuman adalah suatu kedok.
Tetapi kerna senyuman adalah suatu sikap.
Sikap kita untuk Tuhan,manusia sesama,nasib dan kehidupan.
Lihatlah! sembilan puluh tahun penuh warna
Kenangkanlah bahawa kita telah selalu menolak menjadi koma.
Kita menjadi goyah dan bongkok
kerna usia nampaknya lebih kuat dr kita
tetapi bukan kerna kita telah terkalahkan.
Aku tulis sajak ini
untuk menghibur hatimu
Sementara kau kenangkan encokmu
kenangkanlah pula
bahwa hidup kita ditatang seratus dewa.
Kita tidak bisa menjadi bijaksana dengan kebijaksanaan orang lain, tapi kita bisa berpengetahuan dengan pengetahuan orang lain
Tak ada yang menarik, jika Anda tidak merasa tertarik
Rabu, 26 Januari 2011
PEDOMAN PENYUSUNAN PROPOSAL USAHA
A. LATAR BELAKANG
Untuk menunjang program pengembangan kemahasiswaan, khususnya pengembangan yang bertumpu pada pilar ketiga POLBANGMAWA, yaitu pendekatan dunia kerja – dengan program pengembangan iklim kewirausahaan bagi mahasiswa, maka diperlukan banyak informasi, pengetahuan, ketrampilan, dan pengalaman kewirausahaan yang harus disajikan. Salah satu ketrampilan yang diharapkan dapat dikuasai oleh mahasiswa dalam bidang kewirausahaan adalah ketrampilan dalam menyusun proposal rencana usaha. Ketrampilan menyusun proposal rencana usaha penting untuk dikuasai oleh mahasiswa peserta program kewirausahaan karena tiga alasan (1) proposal usaha merupakan representasi pengetahuan dan penguasaan mahasiswa terhadap usaha yang akan dijalankan, (2) proposal usaha merupakan representasi asumsi terhadap prospek usaha, (3) proposal usaha merupakan tolok ukur dan panduan untuk melaksanakan kegiatan usaha.
Dengan pertimbangan tersebut diatas, maka “Pedoman Penyusunan Proposal Usaha Untuk Program Pengembangan Kewirausahaan Mahasiswa Universitas Negeri Malang” diterbitkan sebagai satu kelengkapan materi kegiatan pelatihan kewirausahaan mahasiswa, serta sebagai kelengkapan panduan untuk dosen pembimbing dalam rangka mendampingi dan mengarahkan mahasiswa bimbingannya.
B. TUJUAN
Pedoman penyusunan proposal usaha Program Kewirausahaan Mahasiswa Unuversitas Negeri Malang disampaikan dengan tujuan untuk:
1. Digunakan sebagai standar acuan penyusunan proposal usaha untuk program Kewirausahaan Mahasiswa Universitas Negeri Malang tahun anggaran 2009.
2. Digunakan sebagai pedoman untuk melaksanakan pembimbingan bagi calon dosen pendamping program Kewirausahaan Mahasiswa Universitas Negeri Malang tahun anggaran 2009.
3. Digunakan sebagai kelengkapan evaluasi kelayakan rencana usaha yang diusulkan oleh mahasiswa dalam rangka pelaksanaan program Kewirausahaan Mahasiswa Universitas Negeri Malang tahun anggaran 2009.
4. Digunakan sebagai standar acuan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan usaha mahasiswa pada program Kewirausahaan Mahasiswa Universitas Negeri Malang tahun anggaran 2009.
C. FORMAT
Penulisan proposal usaha harus memenuhi syarat-syarat tatatulis dan format sebagai berikut:
1. Ukuran kertas : A 4
2. Warna sampul : Putih
3. Font : 12 point
4. Huruf : Times New Roman
D. SISTEMATIKA PROPOSAL
Halaman Sampul
Halaman Pengesahan
BAB. I. PENDAHULUAN
A. Judul Kegiatan: Uraikan secara singkat dan jelas jenis kegiatan /usaha yang akan dilakukan.
B. Status Usaha: Jelaskan status usaha yang akan dilakukan, usaha baru atau pengembangan.
C. Rasional Kegiatan: Uraikan secara jelas alasan yang melatar-belakangi dipilihnya kegiatan usaha yang akan dilakukan,
D. Tujuan Kegiatan: Uraikan tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan usaha yang akan dilakukan.
BAB. II. METODOE PELAKSANAAN
A. Produk: Uraikan jenis produk (barang/jasa) yang akan dijual, karakteristik produk, kualitas dan kuantitas produk yang ditawarkan
B. Bahan Baku: Uraikan jenis bahan baku yang akan digunakan untuk produksi, tingkat ketersediaan bahan baku, prosedur perolehan bahan baku. Sumber bahan baku.
C. Proses Produksi: Uraikan alur proses produksi, teknologi yang digunakan, ketrampilan tenaga kerja yang dibutuhkan, jumlah tenaga kerja yang terlibat.
D. Pemasaran: Uraikan dengan jelas katagori/kelas dan perkiraan jumlah konsumen yang dibidik, strategi pemasaran yang dilakukan, sebutkan daerah cakupan pemasaran lokal/regional/nasional.
E. Tempat Produksi: uraiakan dengan jelas alamat tempat usaha dilakukan, jelaskan karakteristik tempat usaha, uraikan pula pengaruhnya terhadap prospek usaha.
BAB. III. TARGET LUARAN
A. Target produk: Uraikan jenis produk (barang/jasa) yang akan dijual, karakteristik produk, kualitas dan kuantitas yang akan ditawarkan.
B. Target konsumen: Uraiakan jenis dan jumlah calon sasaran yang ditargetkan akan menjadi konsumen.
C. Target pendapatan: Uraiakan jumlah pendapatan yang ingin dicapai.
BAB.IV. RENCANA BIAYA
A. Rencana biaya usaha: Jelaskan secara rinci rancangan usaha yang akan dilakukan , perhitungan pembiayaan bahan baku, tenaga kerja, alat produksi, harga jual, dan prediksi aliran kas.
B. Rancangan Pengembangan & Investasi: Uraikan rencana pendapatan yang akan diperoleh dan akan digunakan untuk pengembangan modal usaha, jumlah rupiah yang dapat disetor untuk pengembalian modal,
BAB. V. JADWAL PELAKSANAAN.
Jadwal pelaksanaan: Uraikan jadwal perincian kegiatan, durasi waktu yang dibutuhkan dan waktu pelaksanaan dalam minggu atau bulan.dan besaran volume pekerjaan serta besaran biaya yang dibutuhkan
BAB.VI. ORGANISASI PELAKSANA
A. Personil: Uraikan nama, kualifikasi , dan diskripsi tugas dari personil yang terlibat dalam pelaksanaan usaha.
B. Pendamping: Uraikan nama, kualifikasi personil/lembaga pendamping, peran tugas pendamping yang diharapkan
BAB. VII. POTENSI KHUSUS
A. Peluang Komersial: Uraikan peluang komersial dari produk yang akan dijual/ditawarkan
B. Peluang Patent atau Haki: Uraikan peluang produk yang akan dibuat untuk memperoleh patent atau Haki
C. Peluang Legalitas: Uraikan peluang untuk memperoleh legalitas usaha.
LAMPIRAN :
1. Denah Lokasi Usaha
2. Surat Jaminan Dosen Pendamping
CONTOH PROPOSAL
PROPOSAL USAHA
PROGRAM
KEWIRAUSAHAAN MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI MALANG
Judul:
USAHA INDUSTRI SARI NANAS
Oleh:
Siti Sendari, nim. 40521089340, TI
Karyono, Nim. 40325005421, KIM
Dst-nya
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
2009
LEMBAR PENGESAHAN
1. Judul Kegiatan :Usaha Industri Sari Nanas
2. Identitas Ketua Pengusul
a. Nama Mahasiswa/Nim
b. Prodi/Jurusan
c. Alamat rumah
• Jalan
• Telepon
• Desa/Kelurahan
• Kabupaten/Kota
: Siti Sendari , 40521089340
: Teknik Industri/Tata Boga
:
: Puntodewo, no. 126, Rt.02/Rw.04
: 0341- 567987
: Tasikmadu
: Malang
3. Identitas Anggota 1
a. Nama Mahasiswa
b. Prodi/Jurusan
c. Alamat rumah
• Jalan
• Telepon
• Desa/Kelurahan
• Kabupaten/Kota
: Karyono, 40325005421
: Kimia
:
: Kertoraharjo, Rt.05/Rw.06
: 0341- 421350
: Lowokwaru
: Malang
4. Identitas Anggota 2
a. Nama Mahasiswa
b. Prodi/Jurusan
c. Alamat rumah
• Jalan
• Telepon
• Desa/Kelurahan
• Kabupaten/Kota
: ………………………………………………
:……………………………………………….
: ………………………………………………
: ……………………………………………..
: ……………………………………………..
: ……………………………………………..
: ……………………………………………..
5. Identitas Anggota 3
a. Nama Mahasiswa
b. Prodi/Jurusan
c. Alamat rumah
• Jalan
• Telepon
• Desa/Kelurahan
• Kabupaten/Kota
: ………………………………………………
:……………………………………………….
: ………………………………………………
: ……………………………………………..
: ……………………………………………..
: ……………………………………………..
: ……………………………………………..
6. Identitas Anggota 4
a. Nama Mahasiswa
b. Prodi/Jurusan
c. Alamat rumah
• Jalan
• Telepon
• Desa/Kelurahan
• Kabupaten/Kota
: ………………………………………………
:……………………………………………….
: ………………………………………………
: ……………………………………………..
: ……………………………………………..
: ……………………………………………..
: ……………………………………………..
7. Dosen Pembimbing
a. Nama
b. Prodi/Jurusan/Fak.
c. Alamat rumah
• Jalan
• Telepon
• Desa/Kelurahan
• Kabupaten/Kota
: Dra. Wahyuni, M.T
: Teknik Industri/Tata boga
: Ikan Tongkol, no. 12 Malang
: Blimbing
: Malang
8. Anggaran yang Diusulkan : Rp 20.000.000,- / (dua puluh juta rupiah)
Mengetahui :
Pembantu Dekan III
(…………………………)
Malang, 12 Maret 2009
Pengusul
(Siti Sendari )
NIM. 40521089340
Dosen Pembimbing
(Dra. Wahyuni, M.T)
NIP. 131566780
BAB I PENDAHULUAN
A. Judul Kegiatan : USAHA INDUSTRI SARI NANAS
B. Status Usaha : Usaha yang akan saya jalankan adalah rintisan usaha baru
C. Rasional Kegiatan : Usaha industri SARI NANAS yang akan saya dirikan adalah jenis usaha industri rumahan berskala kecil yang khusus hanya memproduksi MINUMAN berbahan baku buah nanas lokal. Alasan saya dalam memilih usaha industri minuman sari nanas saya dasarkan atas pertimbangan-pertimbangan sebagai beriktu; (a) minuman sari buah merupakan minuman favorit yang sudah banyak dikenal orang dan banyak disukai oleh semua kalangan, dari anak kecil sampai orang dewasa, dari kalangan rakyat kecil sampai kalangan kelas atas, (b) Bahan baku buah nanas merupakan jenis buah-buahan yang dapat diperoleh dengan mudah didaerah tempat saya akan melakukan usaha, karena lingkungan tempat saya tinggal banyak sekali ditanam buah nanas karena tanahnya yang berupa tanah vulkanis berpasir yang sangat baik untuk tanaman nanas. (c). saya memiliki pengalaman dalam pengolahan buah-buahan menjadi minuman dan pernah mendapatkan pendidikan pengolahan makanan.
D. Tujuan Kegiatan :
Tujuan dari didirikankanya usaha industri sari nanas ini adalah:
a) Untuk memperoleh penghasilan yang dapat saya gunakan untuk menunjang kebutuhan hidup sehari-hari
b) Untuk menerapkan ilmu pengetahuan dalam bidang pengolahan hasil pertanian yang pernah saya pelajari
c) Memanfaatkan hasil pertanian serta meninfgkatkan nilai tambah buah nanas yang ada didaerah.
BAB II METODE PELAKSANAAN
A. Produk : Produk olahan industri yang akan saya hasilkan adalah : SARI NANAS , yaitu jenis minuman ringan berbahan baku nanas segar pilihan yang dipadu dengan bahan pemanis dari gula murni. SARI NANAS diproduksi tanpa menggunakan bahan pengawet maupun bahan pewarna kimiaSARI NANAS yang akan diproduksi dalam tahap awal sesuai dengan kapasitas peralatan dan wilayah pemasaran, serta jumlah konsumen yang akan dilayani adalah 12000 gelas/bulan.Uraikan jenis produk (barang/jasa) yang akan dijual, karakteristik produk, kualitas dan kuantitas produk yang ditawarkan
B. Bahan Baku : Bahan baku utama SARI NANAS adalah buah nanas jawa yang banyak ditanam oleh para petani didaerah lereng pegunungan vulkanik. Buah nanas jawa adalah jenis nanas yang banyak ditanam di wlilayah lereng barat dan lereng selatan gunung Kelud, mulai dari daerah wates di Kediri sampai dengan daerah Srengat dan Garum di wilayah Kabupaten Blitar. Nanas jawa adalah nanas berukuran buah kecil, tetapi memiliki aroma dan rasa manis yang khas. Jumlah bahan baku yang melimpah di daerah Blitar akan sangat mendukung kelangsungan usaha saya dalam pengolahan buah nanas.
C. Proses Produksi :
Proses produksi sari nanas.
SARI NANAS akan diproduksi dengan proses sebagai berikut:
a) Buah nanas dikupas dan dibuang bagian mata-buahnya, kemudian dicuci dan dipotong kecil-kecil dengan ketebalan 2 cm.
b) Buah nanas yang telah dipotong-potong tersebut direbus dalam cairan campuran air dengan gula berbanding 90% air dan 10 % gula murni.
c) Rebusan air nanas yang sudah mendidih disaring dan ditampung dalam wadah penyimpanan, yang sekaligus merupakan bejana untuk proses pengisian sari nanas kedalam gelas.
d) Sari nanas yang telah dimasukan kedalam gelas disegel dengan tutup plastik, dan selanjutnya dikemas dalam kemasan karton berisi 24 gelas per karton.
e) Peralatan produksi yang digunakan adalah peralatan elektrik semi otomatis.
D. Pemasaran :
Segmen pasar yang dibidik untuk sementara waktu tiga tahun kedepan adalah pasar lokal kota Blitar. Diperkirakan dengan jumlah penduduk kota blitar 600.000. jiwa, 40 % nya adalah remaja yang dijadikan sasaran bidik pemasaran, maka akan ada sasaran bidik sejumlah 240.000 jiwa. Jika 5% dari jumlah remaja yang menjadi sasaran pemasaran tertarik terhadap produk sari nanas, maka akan ada calon konsumen sebesar 12.000 konsumen. Strategi pemasaran yang dilakukan adalah dengan cara konsinyasi pada toko-toko bahan makanan. Dengan asumsi konsumen 12.000 orang perbulan, maka jumlah produk yang harus dihasilkan adalah kurang lebih 13200 gelas, yaitu jumlah target dan 10% untuk stok.
Dengan asumsi pasar tumbuh 20% pertahun, maka gambaran pasar 3 tahun kedepan dapat ditunjukan sebagai berikut
Tahun usaha Jumlah Konsumen Jumlah Produk
2009 -2010 12.000 13.200
2010 - 2011 14.400 15.840
2011 – 2012 17.280 19.008
E. Tempat Produksi :
Tempat produksi dilakukan di rumah sendiri di jalan raya Nglegok Kabupaten Blitar. Tempat produksi cukup strategis karena berada pada poros jalan raya Blitar-Nglegok sehingga dapat dengan mudah di akses oleh kendaraan untuk pengiriman maupun calon pembeli yang membawa kendaraan besar.
Luas tempat produksi yang disediakan adalah 80 meter persegi, yang terdiri dari: 20 meter persegi untuk penyiapan bahan baku, 20 meter persegi untuk proses pengolahan, 20 meter persegi untuk proses pengemasan, dan 20 meter persegi untuk gudang penyimpanan produk siap jual.
BAB III TARGET LUARAN
A. Target produk :
Produk yang akan dihasilkan adalah SARI NANAS dalam kemasan gelas 220 ml. kualitas produk yang akan dihasilkan adalah sari nanas natural dengan bahan gula murni tanpa mempergunakan bahan pengawet maupun pewarna. Sesuai dengan kapasitas peralatan produksi, produk yang dapat dihasilkan adalah 240.000 gelas pertahun. Namun sesuai dengan jumlah konsumen yang ditargetkan, produksi yang akan dihasilkan adalah 500 gelas perhari atau 12.000 perbulan (24 hari kerja/bulan)
B. Target konsumen :
Konsumen yang ditargetkan adalah usia remaja dengan jumlah target rata-rata 12.000 orang perbulan atau 144.000 orangpertahun.
C. Target pendapatan : Jumlah pendapatan yang ingin saya peroleh setiap bulan adalah Rp. 2.400.000,-
BAB IV RENCANA BIAYA
A. Rencana biaya usaha :
Rencana biaya usaha yang akan saya lakukan adalah sebagai berikut:
BIAYA INVESTASI
1. TEMPAT USAHA
No Uraian Vol Satuan Harga/Sat Jumlah Rp.
1 Tanah 200 m2 Rp 120,000 Rp 24,000,000
2 Bangunan 80 m2 Rp 600,000 Rp 46,000,000
Rp 70,000,000
2. PERALATAN
a. Peralatan Kantor
No Uraian Vol Satuan Harga/Sat Jumlah Rp.
1 Meja tulis 2 bh Rp 375,000 Rp 750,000
2 Kursi 1 bh Rp 325,000 Rp 325,000
3 Alamri arsip 1 bh Rp 1,250,000 Rp 1,250,000
4 Rak kayu 1 bh Rp 750,000 Rp 750,000
5 Komputer 1 bh Rp 4,500,000 Rp 4,500,000
Rp 7,575,000
b. Peralatan kerja
No Uraian Vol Satuan Harga/Sat Jumlah Rp.
1 Kompor gas 1 bh Rp 150,000 Rp 150,000
2 Tabung gas 12 kg 1 bh Rp 550,000 Rp 550,000
3 Sealer 1 bh Rp 800,000 Rp 800,000
4 Panci 20 liter 2 bh Rp 125,000 Rp 250,000
5 Drum 100 liter 1 bh Rp 175,000 Rp 175,000
6 Pengaduk logam 2 bh Rp 15,000 Rp 30,000
7 Timbangan 1 bh Rp 80,000 Rp 80,000
8 Gayung Melamin 2 bh Rp 20,000 Rp 40,000
Rp 2,075,000
JUMLAH BIAYA INVESTASI (Peralatan) Rp 9,650,000
3. DATA OPERASI
Kapasitas produksi/hari 500 gelas 21 karton
Hari kerja perbulan 24 hari 500 karton
Standar harga paket satuan harga harga/sat
1 Air 1 liter Rp 25 Rp 25
2 Gula pasir 1 kg Rp 6,000 Rp 6,000
3 Apel 1 kg Rp 4,000 Rp 4,000
4 Esence 1 gram Rp 250 Rp 250
5 Gelas 50 bh Rp 7,500 Rp 150
6 Cup/tutup gelas 500 bh Rp 17,500 Rp 35
7 Biaya sablon 1000 bh Rp 25,000 Rp 25
8 Plastik sedotan 100 bh Rp 3,000 Rp 30
9 Karton 1 bh Rp 1,750 Rp 1,750
10 Gas
Upah kerja/bulan 24 hari upah Upah /hari
1 Manajer 1 bln Rp 900,000 Rp 37,500
2 Tenaga harian 1 bln Rp 600,000 Rp 25,000
4. BIAYA OPERASI
a. Kebutuhan bahan baku
No Uraian Vol. bahan Satuan Harga /sat Jumlah Total Jumlah Total
1 Air 100 liter Rp 25 Rp 2,500
2 Gula pasir 5 kg Rp 6,000 Rp 30,000
3 Apel lokal 5 kg Rp 2,500 Rp 12,500
4 Essence 10 gram Rp 250 Rp 2,500
Jumlah biaya bahan baku Rp 47,500 Rp 47,500
b. Kebutuhan bahan pembantu
No Uraian Vol. bahan Satuan Harga /sat Jumlah Total Jumlah Total
1 Gelas 500 bh Rp 150 Rp 75,000
2 Tutup plastik 500 bh Rp 35 Rp 17,500
3 Biaya sablon 500 bh Rp 25 Rp 12,500
4 Plastik sedotan 500 bh Rp 30 Rp 15,000
5 Kemasan karton 21 bh Rp 1,750 Rp 36,458
Jumlah biaya bahan pembantu Rp 156,458 Rp 156,458
Rp 203,958
c. Kebutuhan biaya operasional
No Uraian Vol. bahan Satuan Harga /sat Jumlah Total Jumlah Total
1 Sewa listrik 500 bh Rp 15 Rp 7,500
2 Gas 500 bh Rp 10 Rp 5,000
3 Biaya promosi 500 bh Rp 25 Rp 12,500
4 Biaya Transportasi 500 bh Rp 25 Rp 12,500
Jumlah biaya operasional Rp 37,500 Rp 37,500
GAJI DAN UPAH KERJA
No Uraian Volume Satuan Harga/Sat Jumlah Rp Jumlah Total
1 Tenaga ahli 1 oh Rp 37,500 Rp 37,500
2 Pekerja 2 oh Rp 25,000 Rp 50,000
Rp 87,500 Rp 87,500
JUMLAH BIAYA PRODUKSI PERHARI Rp 328,958
JUMLAH BIAYA PRODUKSI PERBULAN Rp 7,895,000
BIAYA INVESTASI USAHA AWAL Rp 17,545,000
BIAYA CADANGAN OPERASIONAL Rp 2,455,000
JUMLAH TOTAL BIAYA USAHA Rp 20,000,000
5. MENGHITUNG HARGA JUAL
No Uraian Jumlah Biaya Kapasitas produk Biaya per unit
1 Biaya bahan baku perbulan Rp 5,795,000 Rp 12,000 Rp 483
2 Biaya operasional perbulan Rp 2,100,000 Rp 12,000 Rp 175
Total biaya operasi perbulan Rp 7,895,000 Total Biaya per Unit Rp 658
Margin keuntungan yang diharapkan 40 prosen 0.400
Harga Jual produk per unit Rp 658 plus Rp 263 Rp 921
Harga jual per karton isi 24 Rp 921 Rp 24 Rp 22,106
6. TITIK IMPAS PRODUKSI
Biaya operasi perbulan Rp 7,895,000
Jumlah Titik Impas produksi 8571 gelas 357 Karton
7. RENCANA ALIRAN KAS
URAIAN TRANSAKSI PERSIAPAN BULAN 1 BULAN 2 BULAN 3
PERSEDIAAN PRODUK 500 600 660
Kas awal bulan Rp 20,000,000 Rp 2,275,000 Rp 5,596,000 Rp 10,056,600
Jumlah unit terjual 400 440 484
Nilai penjualan Rp 11,396,000 Rp 12,535,600 Rp 13,789,160
Pendapatan lain-lain
Jumlah Pemasukan Rp 20,000,000 Rp 13,671,000 Rp 18,131,600 Rp 23,845,760
Pembelian peralatan kerja & Kantor Rp 9,650,000
Pembelian bahan baku
Pembelian bahan utama Rp 1,320,000 Rp 1,320,000 Rp 1,320,000 Rp 1,320,000
Pembelian bahan penolong Rp 3,755,000 Rp 3,755,000 Rp 3,755,000 Rp 3,755,000
Biaya operasional dan sewa Rp 900,000 Rp 900,000 Rp 900,000 Rp 900,000
Rp 5,975,000 Rp 5,975,000 Rp 5,975,000 Rp 5,975,000
Gaji dan Upah
Tenaga ahli Rp 900,000 Rp 900,000 Rp 900,000 Rp 900,000
Pekerja Rp 1,200,000 Rp 1,200,000 Rp 1,200,000 Rp 1,200,000
Rp 2,100,000 Rp 2,100,000 Rp 2,100,000 Rp 2,100,000
Jumlah Pengeluaran Rp 17,725,000 Rp 8,075,000 Rp 8,075,000 Rp 8,075,000
SALDO AKHIR BULAN Rp 2,275,000 Rp 5,596,000 Rp 10,056,600 Rp 15,770,760
B. Rancangan Pengembangan & Investasi:
Keuntungan yang saya peroleh dari usaha adalah :
Uraian Bulan 1 Bulan 2 Bulan 3
Hasil penjualan Rp11,396,000 Rp12,535,600 Rp 13,789,160
Biaya operasional Rp 8,075,000 Rp 8,075,000 Rp 8,075,000
Keuntungan Rp 3,321,000 Rp 4,460,600 Rp 5,714,160
Keuntungan tersebut akan saya gunakan untuk:
Pengembalian modal 0.30% Rp 996,300 Rp 1,338,180 Rp 1,714,248
Pengembangan usaha 0.30% Rp 996,300 Rp 1,338,180 Rp 1,714,248
Tabungan 0.40% Rp1,328,400 Rp 1,784,240 Rp 2,285,664
BAB V JADWAL PELAKSANAAN.
Jadwal Pelaksanaan usaha dan tahap kebutuhan anggaran disusun sebagai berikut:
No Uraian Kegiatan Bulan Pelaksanaan
Juni Juli
1 Pembelian peralatan Kantor 5 item
Rp 7,575,000
2 Pembelian peralatan produksi 8 item
Rp 2,075,000
3 Penataan ruang produksi
Rp. 200,000
4 Pembelian bahan baku produksi untuk satu bulan operasional 6 item
Rp 5,795,000
Jumlah Rp 9,850,000 Rp 5,795,000
BAB VI ORGANISASI PELAKSANA
A. Personil : Personil pelaksana kegiatan usaha tersusun sebagai berikut:
No Nama Pendidikan/Keahlian Deskripsi tugas
1 Siti Sendari S1 Tataboga Manajer dan pemasaran
2 Karyono S1 Kimia Produksi
3 Janis DIII Elektro Produksi
B. Pendamping : Usaha industri SARI NANAS dalam menjalankan usahanya akan didampingi oleh:
No Nama Lembaga/Keahlian Deskripsi tugas
1 Dra. Wahyuni, M.T Teknik Industri UM/ S1 Tataboga pengembangan teknologi
2 Syamsul Arifin CV. Aneka rasa/ pengolahan minuman pendampingan manajemen
BAB VII POTENSI KHUSUS
A. Peluang Komersial: Produk SARI NANAS selama ini belum pernah diproduksi oleh perorangan ataupun industri makanan yang sudah ada, dengan demikian produk ini memiliki peluang pasar yang baik karena tanpa pesaing.
B. Peluang Patent atau Haki: Sari Nanas merupakan produk baru dengan karakteristik sebagai minuman penyegar sekaligus memiliki khasiat untuk menurunkan kadar kholestrol, maka produk ini memiliki peluang yangbesar untuk mendapatkan patent.
C. Peluang Legalitas: Peluang untuk mendapatkan legalitas usaha sangat tinggi karena produk minuman sari nanas diproduksi dengan teknologi pengolahan yang memenuhi syarat higyenitas dan bebas dari bahan berbahaya.
SURAT JAMINAN DOSEN PEMBIMBING
Yang bertanda tangan di bawah ini,
1.
Nama
NIP
Jurusan/Fakultas
Alamat tinggal
:
:
:
Adalah dosen pembimbing yang selanjutnya disebut sebagai PENJAMIN dari mahasiswa :
2.
Nama
NIM
Jurusan/Fakultas
Alamat tinggal
:
:
:
:
selanjutnya disebut sebagai fihak TERJAMIN
Dengan ini PENJAMIN menyatakan bersedia memberikan dukungan dan melakukan pendampingan sepenuhnya secara bertanggungjawab untuk mewujudkan keberhasilan terhadap:
PROGRAM PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN MAHASISWA DENGAN JUDUL :
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
Demikian Surat Jaminan ini dibuat dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab tanpa ada unsur pemaksaan di dalam pembuatannya dan untuk dapat digunakan sebagaimana mestinya oleh kedua belak fihak yang saling terikat.
Malang, ……………….. 2009
Tertanda
………………………………
NIP
Untuk menunjang program pengembangan kemahasiswaan, khususnya pengembangan yang bertumpu pada pilar ketiga POLBANGMAWA, yaitu pendekatan dunia kerja – dengan program pengembangan iklim kewirausahaan bagi mahasiswa, maka diperlukan banyak informasi, pengetahuan, ketrampilan, dan pengalaman kewirausahaan yang harus disajikan. Salah satu ketrampilan yang diharapkan dapat dikuasai oleh mahasiswa dalam bidang kewirausahaan adalah ketrampilan dalam menyusun proposal rencana usaha. Ketrampilan menyusun proposal rencana usaha penting untuk dikuasai oleh mahasiswa peserta program kewirausahaan karena tiga alasan (1) proposal usaha merupakan representasi pengetahuan dan penguasaan mahasiswa terhadap usaha yang akan dijalankan, (2) proposal usaha merupakan representasi asumsi terhadap prospek usaha, (3) proposal usaha merupakan tolok ukur dan panduan untuk melaksanakan kegiatan usaha.
Dengan pertimbangan tersebut diatas, maka “Pedoman Penyusunan Proposal Usaha Untuk Program Pengembangan Kewirausahaan Mahasiswa Universitas Negeri Malang” diterbitkan sebagai satu kelengkapan materi kegiatan pelatihan kewirausahaan mahasiswa, serta sebagai kelengkapan panduan untuk dosen pembimbing dalam rangka mendampingi dan mengarahkan mahasiswa bimbingannya.
B. TUJUAN
Pedoman penyusunan proposal usaha Program Kewirausahaan Mahasiswa Unuversitas Negeri Malang disampaikan dengan tujuan untuk:
1. Digunakan sebagai standar acuan penyusunan proposal usaha untuk program Kewirausahaan Mahasiswa Universitas Negeri Malang tahun anggaran 2009.
2. Digunakan sebagai pedoman untuk melaksanakan pembimbingan bagi calon dosen pendamping program Kewirausahaan Mahasiswa Universitas Negeri Malang tahun anggaran 2009.
3. Digunakan sebagai kelengkapan evaluasi kelayakan rencana usaha yang diusulkan oleh mahasiswa dalam rangka pelaksanaan program Kewirausahaan Mahasiswa Universitas Negeri Malang tahun anggaran 2009.
4. Digunakan sebagai standar acuan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan usaha mahasiswa pada program Kewirausahaan Mahasiswa Universitas Negeri Malang tahun anggaran 2009.
C. FORMAT
Penulisan proposal usaha harus memenuhi syarat-syarat tatatulis dan format sebagai berikut:
1. Ukuran kertas : A 4
2. Warna sampul : Putih
3. Font : 12 point
4. Huruf : Times New Roman
D. SISTEMATIKA PROPOSAL
Halaman Sampul
Halaman Pengesahan
BAB. I. PENDAHULUAN
A. Judul Kegiatan: Uraikan secara singkat dan jelas jenis kegiatan /usaha yang akan dilakukan.
B. Status Usaha: Jelaskan status usaha yang akan dilakukan, usaha baru atau pengembangan.
C. Rasional Kegiatan: Uraikan secara jelas alasan yang melatar-belakangi dipilihnya kegiatan usaha yang akan dilakukan,
D. Tujuan Kegiatan: Uraikan tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan usaha yang akan dilakukan.
BAB. II. METODOE PELAKSANAAN
A. Produk: Uraikan jenis produk (barang/jasa) yang akan dijual, karakteristik produk, kualitas dan kuantitas produk yang ditawarkan
B. Bahan Baku: Uraikan jenis bahan baku yang akan digunakan untuk produksi, tingkat ketersediaan bahan baku, prosedur perolehan bahan baku. Sumber bahan baku.
C. Proses Produksi: Uraikan alur proses produksi, teknologi yang digunakan, ketrampilan tenaga kerja yang dibutuhkan, jumlah tenaga kerja yang terlibat.
D. Pemasaran: Uraikan dengan jelas katagori/kelas dan perkiraan jumlah konsumen yang dibidik, strategi pemasaran yang dilakukan, sebutkan daerah cakupan pemasaran lokal/regional/nasional.
E. Tempat Produksi: uraiakan dengan jelas alamat tempat usaha dilakukan, jelaskan karakteristik tempat usaha, uraikan pula pengaruhnya terhadap prospek usaha.
BAB. III. TARGET LUARAN
A. Target produk: Uraikan jenis produk (barang/jasa) yang akan dijual, karakteristik produk, kualitas dan kuantitas yang akan ditawarkan.
B. Target konsumen: Uraiakan jenis dan jumlah calon sasaran yang ditargetkan akan menjadi konsumen.
C. Target pendapatan: Uraiakan jumlah pendapatan yang ingin dicapai.
BAB.IV. RENCANA BIAYA
A. Rencana biaya usaha: Jelaskan secara rinci rancangan usaha yang akan dilakukan , perhitungan pembiayaan bahan baku, tenaga kerja, alat produksi, harga jual, dan prediksi aliran kas.
B. Rancangan Pengembangan & Investasi: Uraikan rencana pendapatan yang akan diperoleh dan akan digunakan untuk pengembangan modal usaha, jumlah rupiah yang dapat disetor untuk pengembalian modal,
BAB. V. JADWAL PELAKSANAAN.
Jadwal pelaksanaan: Uraikan jadwal perincian kegiatan, durasi waktu yang dibutuhkan dan waktu pelaksanaan dalam minggu atau bulan.dan besaran volume pekerjaan serta besaran biaya yang dibutuhkan
BAB.VI. ORGANISASI PELAKSANA
A. Personil: Uraikan nama, kualifikasi , dan diskripsi tugas dari personil yang terlibat dalam pelaksanaan usaha.
B. Pendamping: Uraikan nama, kualifikasi personil/lembaga pendamping, peran tugas pendamping yang diharapkan
BAB. VII. POTENSI KHUSUS
A. Peluang Komersial: Uraikan peluang komersial dari produk yang akan dijual/ditawarkan
B. Peluang Patent atau Haki: Uraikan peluang produk yang akan dibuat untuk memperoleh patent atau Haki
C. Peluang Legalitas: Uraikan peluang untuk memperoleh legalitas usaha.
LAMPIRAN :
1. Denah Lokasi Usaha
2. Surat Jaminan Dosen Pendamping
CONTOH PROPOSAL
PROPOSAL USAHA
PROGRAM
KEWIRAUSAHAAN MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI MALANG
Judul:
USAHA INDUSTRI SARI NANAS
Oleh:
Siti Sendari, nim. 40521089340, TI
Karyono, Nim. 40325005421, KIM
Dst-nya
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
2009
LEMBAR PENGESAHAN
1. Judul Kegiatan :Usaha Industri Sari Nanas
2. Identitas Ketua Pengusul
a. Nama Mahasiswa/Nim
b. Prodi/Jurusan
c. Alamat rumah
• Jalan
• Telepon
• Desa/Kelurahan
• Kabupaten/Kota
: Siti Sendari , 40521089340
: Teknik Industri/Tata Boga
:
: Puntodewo, no. 126, Rt.02/Rw.04
: 0341- 567987
: Tasikmadu
: Malang
3. Identitas Anggota 1
a. Nama Mahasiswa
b. Prodi/Jurusan
c. Alamat rumah
• Jalan
• Telepon
• Desa/Kelurahan
• Kabupaten/Kota
: Karyono, 40325005421
: Kimia
:
: Kertoraharjo, Rt.05/Rw.06
: 0341- 421350
: Lowokwaru
: Malang
4. Identitas Anggota 2
a. Nama Mahasiswa
b. Prodi/Jurusan
c. Alamat rumah
• Jalan
• Telepon
• Desa/Kelurahan
• Kabupaten/Kota
: ………………………………………………
:……………………………………………….
: ………………………………………………
: ……………………………………………..
: ……………………………………………..
: ……………………………………………..
: ……………………………………………..
5. Identitas Anggota 3
a. Nama Mahasiswa
b. Prodi/Jurusan
c. Alamat rumah
• Jalan
• Telepon
• Desa/Kelurahan
• Kabupaten/Kota
: ………………………………………………
:……………………………………………….
: ………………………………………………
: ……………………………………………..
: ……………………………………………..
: ……………………………………………..
: ……………………………………………..
6. Identitas Anggota 4
a. Nama Mahasiswa
b. Prodi/Jurusan
c. Alamat rumah
• Jalan
• Telepon
• Desa/Kelurahan
• Kabupaten/Kota
: ………………………………………………
:……………………………………………….
: ………………………………………………
: ……………………………………………..
: ……………………………………………..
: ……………………………………………..
: ……………………………………………..
7. Dosen Pembimbing
a. Nama
b. Prodi/Jurusan/Fak.
c. Alamat rumah
• Jalan
• Telepon
• Desa/Kelurahan
• Kabupaten/Kota
: Dra. Wahyuni, M.T
: Teknik Industri/Tata boga
: Ikan Tongkol, no. 12 Malang
: Blimbing
: Malang
8. Anggaran yang Diusulkan : Rp 20.000.000,- / (dua puluh juta rupiah)
Mengetahui :
Pembantu Dekan III
(…………………………)
Malang, 12 Maret 2009
Pengusul
(Siti Sendari )
NIM. 40521089340
Dosen Pembimbing
(Dra. Wahyuni, M.T)
NIP. 131566780
BAB I PENDAHULUAN
A. Judul Kegiatan : USAHA INDUSTRI SARI NANAS
B. Status Usaha : Usaha yang akan saya jalankan adalah rintisan usaha baru
C. Rasional Kegiatan : Usaha industri SARI NANAS yang akan saya dirikan adalah jenis usaha industri rumahan berskala kecil yang khusus hanya memproduksi MINUMAN berbahan baku buah nanas lokal. Alasan saya dalam memilih usaha industri minuman sari nanas saya dasarkan atas pertimbangan-pertimbangan sebagai beriktu; (a) minuman sari buah merupakan minuman favorit yang sudah banyak dikenal orang dan banyak disukai oleh semua kalangan, dari anak kecil sampai orang dewasa, dari kalangan rakyat kecil sampai kalangan kelas atas, (b) Bahan baku buah nanas merupakan jenis buah-buahan yang dapat diperoleh dengan mudah didaerah tempat saya akan melakukan usaha, karena lingkungan tempat saya tinggal banyak sekali ditanam buah nanas karena tanahnya yang berupa tanah vulkanis berpasir yang sangat baik untuk tanaman nanas. (c). saya memiliki pengalaman dalam pengolahan buah-buahan menjadi minuman dan pernah mendapatkan pendidikan pengolahan makanan.
D. Tujuan Kegiatan :
Tujuan dari didirikankanya usaha industri sari nanas ini adalah:
a) Untuk memperoleh penghasilan yang dapat saya gunakan untuk menunjang kebutuhan hidup sehari-hari
b) Untuk menerapkan ilmu pengetahuan dalam bidang pengolahan hasil pertanian yang pernah saya pelajari
c) Memanfaatkan hasil pertanian serta meninfgkatkan nilai tambah buah nanas yang ada didaerah.
BAB II METODE PELAKSANAAN
A. Produk : Produk olahan industri yang akan saya hasilkan adalah : SARI NANAS , yaitu jenis minuman ringan berbahan baku nanas segar pilihan yang dipadu dengan bahan pemanis dari gula murni. SARI NANAS diproduksi tanpa menggunakan bahan pengawet maupun bahan pewarna kimiaSARI NANAS yang akan diproduksi dalam tahap awal sesuai dengan kapasitas peralatan dan wilayah pemasaran, serta jumlah konsumen yang akan dilayani adalah 12000 gelas/bulan.Uraikan jenis produk (barang/jasa) yang akan dijual, karakteristik produk, kualitas dan kuantitas produk yang ditawarkan
B. Bahan Baku : Bahan baku utama SARI NANAS adalah buah nanas jawa yang banyak ditanam oleh para petani didaerah lereng pegunungan vulkanik. Buah nanas jawa adalah jenis nanas yang banyak ditanam di wlilayah lereng barat dan lereng selatan gunung Kelud, mulai dari daerah wates di Kediri sampai dengan daerah Srengat dan Garum di wilayah Kabupaten Blitar. Nanas jawa adalah nanas berukuran buah kecil, tetapi memiliki aroma dan rasa manis yang khas. Jumlah bahan baku yang melimpah di daerah Blitar akan sangat mendukung kelangsungan usaha saya dalam pengolahan buah nanas.
C. Proses Produksi :
Proses produksi sari nanas.
SARI NANAS akan diproduksi dengan proses sebagai berikut:
a) Buah nanas dikupas dan dibuang bagian mata-buahnya, kemudian dicuci dan dipotong kecil-kecil dengan ketebalan 2 cm.
b) Buah nanas yang telah dipotong-potong tersebut direbus dalam cairan campuran air dengan gula berbanding 90% air dan 10 % gula murni.
c) Rebusan air nanas yang sudah mendidih disaring dan ditampung dalam wadah penyimpanan, yang sekaligus merupakan bejana untuk proses pengisian sari nanas kedalam gelas.
d) Sari nanas yang telah dimasukan kedalam gelas disegel dengan tutup plastik, dan selanjutnya dikemas dalam kemasan karton berisi 24 gelas per karton.
e) Peralatan produksi yang digunakan adalah peralatan elektrik semi otomatis.
D. Pemasaran :
Segmen pasar yang dibidik untuk sementara waktu tiga tahun kedepan adalah pasar lokal kota Blitar. Diperkirakan dengan jumlah penduduk kota blitar 600.000. jiwa, 40 % nya adalah remaja yang dijadikan sasaran bidik pemasaran, maka akan ada sasaran bidik sejumlah 240.000 jiwa. Jika 5% dari jumlah remaja yang menjadi sasaran pemasaran tertarik terhadap produk sari nanas, maka akan ada calon konsumen sebesar 12.000 konsumen. Strategi pemasaran yang dilakukan adalah dengan cara konsinyasi pada toko-toko bahan makanan. Dengan asumsi konsumen 12.000 orang perbulan, maka jumlah produk yang harus dihasilkan adalah kurang lebih 13200 gelas, yaitu jumlah target dan 10% untuk stok.
Dengan asumsi pasar tumbuh 20% pertahun, maka gambaran pasar 3 tahun kedepan dapat ditunjukan sebagai berikut
Tahun usaha Jumlah Konsumen Jumlah Produk
2009 -2010 12.000 13.200
2010 - 2011 14.400 15.840
2011 – 2012 17.280 19.008
E. Tempat Produksi :
Tempat produksi dilakukan di rumah sendiri di jalan raya Nglegok Kabupaten Blitar. Tempat produksi cukup strategis karena berada pada poros jalan raya Blitar-Nglegok sehingga dapat dengan mudah di akses oleh kendaraan untuk pengiriman maupun calon pembeli yang membawa kendaraan besar.
Luas tempat produksi yang disediakan adalah 80 meter persegi, yang terdiri dari: 20 meter persegi untuk penyiapan bahan baku, 20 meter persegi untuk proses pengolahan, 20 meter persegi untuk proses pengemasan, dan 20 meter persegi untuk gudang penyimpanan produk siap jual.
BAB III TARGET LUARAN
A. Target produk :
Produk yang akan dihasilkan adalah SARI NANAS dalam kemasan gelas 220 ml. kualitas produk yang akan dihasilkan adalah sari nanas natural dengan bahan gula murni tanpa mempergunakan bahan pengawet maupun pewarna. Sesuai dengan kapasitas peralatan produksi, produk yang dapat dihasilkan adalah 240.000 gelas pertahun. Namun sesuai dengan jumlah konsumen yang ditargetkan, produksi yang akan dihasilkan adalah 500 gelas perhari atau 12.000 perbulan (24 hari kerja/bulan)
B. Target konsumen :
Konsumen yang ditargetkan adalah usia remaja dengan jumlah target rata-rata 12.000 orang perbulan atau 144.000 orangpertahun.
C. Target pendapatan : Jumlah pendapatan yang ingin saya peroleh setiap bulan adalah Rp. 2.400.000,-
BAB IV RENCANA BIAYA
A. Rencana biaya usaha :
Rencana biaya usaha yang akan saya lakukan adalah sebagai berikut:
BIAYA INVESTASI
1. TEMPAT USAHA
No Uraian Vol Satuan Harga/Sat Jumlah Rp.
1 Tanah 200 m2 Rp 120,000 Rp 24,000,000
2 Bangunan 80 m2 Rp 600,000 Rp 46,000,000
Rp 70,000,000
2. PERALATAN
a. Peralatan Kantor
No Uraian Vol Satuan Harga/Sat Jumlah Rp.
1 Meja tulis 2 bh Rp 375,000 Rp 750,000
2 Kursi 1 bh Rp 325,000 Rp 325,000
3 Alamri arsip 1 bh Rp 1,250,000 Rp 1,250,000
4 Rak kayu 1 bh Rp 750,000 Rp 750,000
5 Komputer 1 bh Rp 4,500,000 Rp 4,500,000
Rp 7,575,000
b. Peralatan kerja
No Uraian Vol Satuan Harga/Sat Jumlah Rp.
1 Kompor gas 1 bh Rp 150,000 Rp 150,000
2 Tabung gas 12 kg 1 bh Rp 550,000 Rp 550,000
3 Sealer 1 bh Rp 800,000 Rp 800,000
4 Panci 20 liter 2 bh Rp 125,000 Rp 250,000
5 Drum 100 liter 1 bh Rp 175,000 Rp 175,000
6 Pengaduk logam 2 bh Rp 15,000 Rp 30,000
7 Timbangan 1 bh Rp 80,000 Rp 80,000
8 Gayung Melamin 2 bh Rp 20,000 Rp 40,000
Rp 2,075,000
JUMLAH BIAYA INVESTASI (Peralatan) Rp 9,650,000
3. DATA OPERASI
Kapasitas produksi/hari 500 gelas 21 karton
Hari kerja perbulan 24 hari 500 karton
Standar harga paket satuan harga harga/sat
1 Air 1 liter Rp 25 Rp 25
2 Gula pasir 1 kg Rp 6,000 Rp 6,000
3 Apel 1 kg Rp 4,000 Rp 4,000
4 Esence 1 gram Rp 250 Rp 250
5 Gelas 50 bh Rp 7,500 Rp 150
6 Cup/tutup gelas 500 bh Rp 17,500 Rp 35
7 Biaya sablon 1000 bh Rp 25,000 Rp 25
8 Plastik sedotan 100 bh Rp 3,000 Rp 30
9 Karton 1 bh Rp 1,750 Rp 1,750
10 Gas
Upah kerja/bulan 24 hari upah Upah /hari
1 Manajer 1 bln Rp 900,000 Rp 37,500
2 Tenaga harian 1 bln Rp 600,000 Rp 25,000
4. BIAYA OPERASI
a. Kebutuhan bahan baku
No Uraian Vol. bahan Satuan Harga /sat Jumlah Total Jumlah Total
1 Air 100 liter Rp 25 Rp 2,500
2 Gula pasir 5 kg Rp 6,000 Rp 30,000
3 Apel lokal 5 kg Rp 2,500 Rp 12,500
4 Essence 10 gram Rp 250 Rp 2,500
Jumlah biaya bahan baku Rp 47,500 Rp 47,500
b. Kebutuhan bahan pembantu
No Uraian Vol. bahan Satuan Harga /sat Jumlah Total Jumlah Total
1 Gelas 500 bh Rp 150 Rp 75,000
2 Tutup plastik 500 bh Rp 35 Rp 17,500
3 Biaya sablon 500 bh Rp 25 Rp 12,500
4 Plastik sedotan 500 bh Rp 30 Rp 15,000
5 Kemasan karton 21 bh Rp 1,750 Rp 36,458
Jumlah biaya bahan pembantu Rp 156,458 Rp 156,458
Rp 203,958
c. Kebutuhan biaya operasional
No Uraian Vol. bahan Satuan Harga /sat Jumlah Total Jumlah Total
1 Sewa listrik 500 bh Rp 15 Rp 7,500
2 Gas 500 bh Rp 10 Rp 5,000
3 Biaya promosi 500 bh Rp 25 Rp 12,500
4 Biaya Transportasi 500 bh Rp 25 Rp 12,500
Jumlah biaya operasional Rp 37,500 Rp 37,500
GAJI DAN UPAH KERJA
No Uraian Volume Satuan Harga/Sat Jumlah Rp Jumlah Total
1 Tenaga ahli 1 oh Rp 37,500 Rp 37,500
2 Pekerja 2 oh Rp 25,000 Rp 50,000
Rp 87,500 Rp 87,500
JUMLAH BIAYA PRODUKSI PERHARI Rp 328,958
JUMLAH BIAYA PRODUKSI PERBULAN Rp 7,895,000
BIAYA INVESTASI USAHA AWAL Rp 17,545,000
BIAYA CADANGAN OPERASIONAL Rp 2,455,000
JUMLAH TOTAL BIAYA USAHA Rp 20,000,000
5. MENGHITUNG HARGA JUAL
No Uraian Jumlah Biaya Kapasitas produk Biaya per unit
1 Biaya bahan baku perbulan Rp 5,795,000 Rp 12,000 Rp 483
2 Biaya operasional perbulan Rp 2,100,000 Rp 12,000 Rp 175
Total biaya operasi perbulan Rp 7,895,000 Total Biaya per Unit Rp 658
Margin keuntungan yang diharapkan 40 prosen 0.400
Harga Jual produk per unit Rp 658 plus Rp 263 Rp 921
Harga jual per karton isi 24 Rp 921 Rp 24 Rp 22,106
6. TITIK IMPAS PRODUKSI
Biaya operasi perbulan Rp 7,895,000
Jumlah Titik Impas produksi 8571 gelas 357 Karton
7. RENCANA ALIRAN KAS
URAIAN TRANSAKSI PERSIAPAN BULAN 1 BULAN 2 BULAN 3
PERSEDIAAN PRODUK 500 600 660
Kas awal bulan Rp 20,000,000 Rp 2,275,000 Rp 5,596,000 Rp 10,056,600
Jumlah unit terjual 400 440 484
Nilai penjualan Rp 11,396,000 Rp 12,535,600 Rp 13,789,160
Pendapatan lain-lain
Jumlah Pemasukan Rp 20,000,000 Rp 13,671,000 Rp 18,131,600 Rp 23,845,760
Pembelian peralatan kerja & Kantor Rp 9,650,000
Pembelian bahan baku
Pembelian bahan utama Rp 1,320,000 Rp 1,320,000 Rp 1,320,000 Rp 1,320,000
Pembelian bahan penolong Rp 3,755,000 Rp 3,755,000 Rp 3,755,000 Rp 3,755,000
Biaya operasional dan sewa Rp 900,000 Rp 900,000 Rp 900,000 Rp 900,000
Rp 5,975,000 Rp 5,975,000 Rp 5,975,000 Rp 5,975,000
Gaji dan Upah
Tenaga ahli Rp 900,000 Rp 900,000 Rp 900,000 Rp 900,000
Pekerja Rp 1,200,000 Rp 1,200,000 Rp 1,200,000 Rp 1,200,000
Rp 2,100,000 Rp 2,100,000 Rp 2,100,000 Rp 2,100,000
Jumlah Pengeluaran Rp 17,725,000 Rp 8,075,000 Rp 8,075,000 Rp 8,075,000
SALDO AKHIR BULAN Rp 2,275,000 Rp 5,596,000 Rp 10,056,600 Rp 15,770,760
B. Rancangan Pengembangan & Investasi:
Keuntungan yang saya peroleh dari usaha adalah :
Uraian Bulan 1 Bulan 2 Bulan 3
Hasil penjualan Rp11,396,000 Rp12,535,600 Rp 13,789,160
Biaya operasional Rp 8,075,000 Rp 8,075,000 Rp 8,075,000
Keuntungan Rp 3,321,000 Rp 4,460,600 Rp 5,714,160
Keuntungan tersebut akan saya gunakan untuk:
Pengembalian modal 0.30% Rp 996,300 Rp 1,338,180 Rp 1,714,248
Pengembangan usaha 0.30% Rp 996,300 Rp 1,338,180 Rp 1,714,248
Tabungan 0.40% Rp1,328,400 Rp 1,784,240 Rp 2,285,664
BAB V JADWAL PELAKSANAAN.
Jadwal Pelaksanaan usaha dan tahap kebutuhan anggaran disusun sebagai berikut:
No Uraian Kegiatan Bulan Pelaksanaan
Juni Juli
1 Pembelian peralatan Kantor 5 item
Rp 7,575,000
2 Pembelian peralatan produksi 8 item
Rp 2,075,000
3 Penataan ruang produksi
Rp. 200,000
4 Pembelian bahan baku produksi untuk satu bulan operasional 6 item
Rp 5,795,000
Jumlah Rp 9,850,000 Rp 5,795,000
BAB VI ORGANISASI PELAKSANA
A. Personil : Personil pelaksana kegiatan usaha tersusun sebagai berikut:
No Nama Pendidikan/Keahlian Deskripsi tugas
1 Siti Sendari S1 Tataboga Manajer dan pemasaran
2 Karyono S1 Kimia Produksi
3 Janis DIII Elektro Produksi
B. Pendamping : Usaha industri SARI NANAS dalam menjalankan usahanya akan didampingi oleh:
No Nama Lembaga/Keahlian Deskripsi tugas
1 Dra. Wahyuni, M.T Teknik Industri UM/ S1 Tataboga pengembangan teknologi
2 Syamsul Arifin CV. Aneka rasa/ pengolahan minuman pendampingan manajemen
BAB VII POTENSI KHUSUS
A. Peluang Komersial: Produk SARI NANAS selama ini belum pernah diproduksi oleh perorangan ataupun industri makanan yang sudah ada, dengan demikian produk ini memiliki peluang pasar yang baik karena tanpa pesaing.
B. Peluang Patent atau Haki: Sari Nanas merupakan produk baru dengan karakteristik sebagai minuman penyegar sekaligus memiliki khasiat untuk menurunkan kadar kholestrol, maka produk ini memiliki peluang yangbesar untuk mendapatkan patent.
C. Peluang Legalitas: Peluang untuk mendapatkan legalitas usaha sangat tinggi karena produk minuman sari nanas diproduksi dengan teknologi pengolahan yang memenuhi syarat higyenitas dan bebas dari bahan berbahaya.
SURAT JAMINAN DOSEN PEMBIMBING
Yang bertanda tangan di bawah ini,
1.
Nama
NIP
Jurusan/Fakultas
Alamat tinggal
:
:
:
Adalah dosen pembimbing yang selanjutnya disebut sebagai PENJAMIN dari mahasiswa :
2.
Nama
NIM
Jurusan/Fakultas
Alamat tinggal
:
:
:
:
selanjutnya disebut sebagai fihak TERJAMIN
Dengan ini PENJAMIN menyatakan bersedia memberikan dukungan dan melakukan pendampingan sepenuhnya secara bertanggungjawab untuk mewujudkan keberhasilan terhadap:
PROGRAM PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN MAHASISWA DENGAN JUDUL :
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
Demikian Surat Jaminan ini dibuat dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab tanpa ada unsur pemaksaan di dalam pembuatannya dan untuk dapat digunakan sebagaimana mestinya oleh kedua belak fihak yang saling terikat.
Malang, ……………….. 2009
Tertanda
………………………………
NIP
Sabtu, 08 Januari 2011
Air Sumur Kehidupan
Kehidupan memang penuh dengan perjuangan untuk mencapai suatu cita cita, angan dan harapan. Sehingga kita kadang menjadi manusia yang buas dengan harta, kita menjaga bagai harimau menjaga santapan dikala kelaparan. Itu bukanlah munafik, tapi suatu realita sifat manusia yang lebih buas akan harta dan kemewahan.
Kita tidak tau mana batasan sukses, mana batasan berhasil, mana tingkat kaya, mana tingkat miskin, bahkan untuk menentukan level miskin saja dunia kebingungan. Semua dibatasi dengan benang semu. Kalau benang merah kita masih bisa melihat jelas, tapi disini kita tak dapat melihat lagi mana batasan benang tersebut, benangnya saja kita tidak dapat lihat, apalagi batasannya.
Namun kita tidak bisa memungkiri bahwa manusia butuh kebersamaan untuk berhasil, tidak ada satu orangpun di dunia ini dapat hidup tanpa bantuan orang lain, apalagi untuk mencapai tingkat sukses, atau bahagia, ataupun berhasil. Dengan kata lain manusia adalah makhluk sosial.
Sebagai makhluk sosial, manusia pasti berinteraksi satu sama lain, saling kerja sama, saling bantu, saling menolong, atau saling apapun itu namanya adalah untuk kepentingan bersama atau kepentingan orang lain ataupun untuk kepentingan diri sendiri, yang mana ketiganya saling keterkaitan atau saling ketergantungan.
Saling tolong menolong untuk kepentingan diri sendiri, sudah pasti semua orang mau, walau memang masih ada orang nyentrik tidak mau ditolong dengan alasan mandiri, hingga kewalahan sendiri. Dan tipe ini sangat sulit untuk maju, dan biasanya kurang senang dengan kesuksesan orang lain.
Saling tolong untuk kepentingan bersama, nah disini sudah mulai muncul watak watak asli manusia, yang mempunyai sejuta alasan untuk menghindar, tapi kita tetap percaya masih banyak orang yang sangat ikhlas hingga ke level ini. Dimana sangat sulit sekali untuk merealisasikan suatu kegiatan bersama dalam mencapai tingkat keberhasilan sukses. Kecuali kalau digabung dengan saling tolong untuk bersama terutama untuk sendiri.
Nah ini dia nih, Saling tolong untuk kepentingan orang lain, waduh gimana ya manusia sebagai makhluk sosial kadang menganggap ini menjadi hal sial, misalnya untuk bantu orang lain kebanyakan diantara kita akan keberatan dan kadang merasa menjadi terganggu. Yah katanya sih hal itu lumrah, sehingga kita tak siap untuk bantu orang lain. Sebagai contoh kita lihat saja di acara acara televisi sebagai reality show, dimana untuk memperoleh suatu bantuan pertolongan akan sangat sulit di dapat.
Untuk itu aku ingin menyampaikan suatu makna kehidupan, yang mungkin anda sepakat, atau mungkin ragu, atau mungkin no comment, atau bahkan tak sepakat, Nah agar tidak sulit untuk beragumentasi, pandangan ini tidak saya tujukan bagi yang tidak sepakat, saya hanya menyampaikan bagi yang tidak sepakat, atau ragu atau no comment, agar direnungkan saja.
Makna kehidupan bagaikan air sumur, yang saya sebut AIR SUMUR KEHIDUPAN, dimana setiap orang sudah mempunyai sumur masing masing, dimana besar sumur setiap orang adalah berbeda beda, dan bahkan besar mata airnya juga pasti tidak sama ada yang menetes dan bahkan ada yangmumbul mumbul, kita tahu bahwa sumur itu mempunyai level tertentu, dimana dia mempunyai batas tertinggi dan juga batas terendah. Hal ini akan silih berganti antara musim hujan dan musim kemarau.
AIR SUMUR apabila dipakai oleh satu orang, air nya tidak akan meluber sampai ke atas, dan apabila tidak dipakai juga dia akan tetap segitu. Dan apabila dipakai oleh satu kampung, mungkin dia akan menurun tetapi pada pagi hari dia telah kembali seperti semula, seperti tidak pernah dipakai, demikian juga dengan AIR SUMUR KEHIDUPAN, apabila kita memakai sendiri kekayaan kita akan tetap segitu, tidak akan mungkin sampai meluber, kecuali yang mempunyai sumber air umbul, yang sudah pasti mengalir seperti sungai, dimana darma sosialnya mengalir kemana mana tanpa terbendung, ini tidak masalah.
Nah kembali pada yang mempunyai sumber sumur, perlu kita ingat bahwa apabila kita bersosial dengan royal, yakinlah bahwa kekayaan Anda tidak akan terkuras, dia akan kembali kelevel mana kita telah dipersiapkanNya, tapi ingat sumur Anda jangan Anda jebol untuk bantu orang lain sehingga sumur Anda jadi rusak dan tak berfungsi lagi. Contohnya, Anda membantu orang yang tidak mau bekerja, sehingga apapun bentuk pertolongan Anda akan sia sia adanya. Tapi bantulah yang pantas dibantu.
Jadi sebagai seorang dermawan tidak akan jatuh miskin karena ke dermawanannya, karena begitu banyak yang mendoakan kesuksesannya. Atau tidak ada orang yang kaya raya karena kekikirannya, tapi karena kegigihannya. Mungkin ini tidak dapat dimaklumi bila Anda tidak merenungkan, sekali lagi menjadi bersifat sosial bukan berarti memberikan sumur Anda pada orang lain ataupun menjebol sumur Anda. Tapi berikanlah porsi sesuai dengan mata air dalam sumur kehidupan Anda
Note :
Mari sikapi kehidupan ini, syukuri apa yang diperoleh sehingga kita dapat memahami dan menjalankannya
Kita tidak tau mana batasan sukses, mana batasan berhasil, mana tingkat kaya, mana tingkat miskin, bahkan untuk menentukan level miskin saja dunia kebingungan. Semua dibatasi dengan benang semu. Kalau benang merah kita masih bisa melihat jelas, tapi disini kita tak dapat melihat lagi mana batasan benang tersebut, benangnya saja kita tidak dapat lihat, apalagi batasannya.
Namun kita tidak bisa memungkiri bahwa manusia butuh kebersamaan untuk berhasil, tidak ada satu orangpun di dunia ini dapat hidup tanpa bantuan orang lain, apalagi untuk mencapai tingkat sukses, atau bahagia, ataupun berhasil. Dengan kata lain manusia adalah makhluk sosial.
Sebagai makhluk sosial, manusia pasti berinteraksi satu sama lain, saling kerja sama, saling bantu, saling menolong, atau saling apapun itu namanya adalah untuk kepentingan bersama atau kepentingan orang lain ataupun untuk kepentingan diri sendiri, yang mana ketiganya saling keterkaitan atau saling ketergantungan.
Saling tolong menolong untuk kepentingan diri sendiri, sudah pasti semua orang mau, walau memang masih ada orang nyentrik tidak mau ditolong dengan alasan mandiri, hingga kewalahan sendiri. Dan tipe ini sangat sulit untuk maju, dan biasanya kurang senang dengan kesuksesan orang lain.
Saling tolong untuk kepentingan bersama, nah disini sudah mulai muncul watak watak asli manusia, yang mempunyai sejuta alasan untuk menghindar, tapi kita tetap percaya masih banyak orang yang sangat ikhlas hingga ke level ini. Dimana sangat sulit sekali untuk merealisasikan suatu kegiatan bersama dalam mencapai tingkat keberhasilan sukses. Kecuali kalau digabung dengan saling tolong untuk bersama terutama untuk sendiri.
Nah ini dia nih, Saling tolong untuk kepentingan orang lain, waduh gimana ya manusia sebagai makhluk sosial kadang menganggap ini menjadi hal sial, misalnya untuk bantu orang lain kebanyakan diantara kita akan keberatan dan kadang merasa menjadi terganggu. Yah katanya sih hal itu lumrah, sehingga kita tak siap untuk bantu orang lain. Sebagai contoh kita lihat saja di acara acara televisi sebagai reality show, dimana untuk memperoleh suatu bantuan pertolongan akan sangat sulit di dapat.
Untuk itu aku ingin menyampaikan suatu makna kehidupan, yang mungkin anda sepakat, atau mungkin ragu, atau mungkin no comment, atau bahkan tak sepakat, Nah agar tidak sulit untuk beragumentasi, pandangan ini tidak saya tujukan bagi yang tidak sepakat, saya hanya menyampaikan bagi yang tidak sepakat, atau ragu atau no comment, agar direnungkan saja.
Makna kehidupan bagaikan air sumur, yang saya sebut AIR SUMUR KEHIDUPAN, dimana setiap orang sudah mempunyai sumur masing masing, dimana besar sumur setiap orang adalah berbeda beda, dan bahkan besar mata airnya juga pasti tidak sama ada yang menetes dan bahkan ada yangmumbul mumbul, kita tahu bahwa sumur itu mempunyai level tertentu, dimana dia mempunyai batas tertinggi dan juga batas terendah. Hal ini akan silih berganti antara musim hujan dan musim kemarau.
AIR SUMUR apabila dipakai oleh satu orang, air nya tidak akan meluber sampai ke atas, dan apabila tidak dipakai juga dia akan tetap segitu. Dan apabila dipakai oleh satu kampung, mungkin dia akan menurun tetapi pada pagi hari dia telah kembali seperti semula, seperti tidak pernah dipakai, demikian juga dengan AIR SUMUR KEHIDUPAN, apabila kita memakai sendiri kekayaan kita akan tetap segitu, tidak akan mungkin sampai meluber, kecuali yang mempunyai sumber air umbul, yang sudah pasti mengalir seperti sungai, dimana darma sosialnya mengalir kemana mana tanpa terbendung, ini tidak masalah.
Nah kembali pada yang mempunyai sumber sumur, perlu kita ingat bahwa apabila kita bersosial dengan royal, yakinlah bahwa kekayaan Anda tidak akan terkuras, dia akan kembali kelevel mana kita telah dipersiapkanNya, tapi ingat sumur Anda jangan Anda jebol untuk bantu orang lain sehingga sumur Anda jadi rusak dan tak berfungsi lagi. Contohnya, Anda membantu orang yang tidak mau bekerja, sehingga apapun bentuk pertolongan Anda akan sia sia adanya. Tapi bantulah yang pantas dibantu.
Jadi sebagai seorang dermawan tidak akan jatuh miskin karena ke dermawanannya, karena begitu banyak yang mendoakan kesuksesannya. Atau tidak ada orang yang kaya raya karena kekikirannya, tapi karena kegigihannya. Mungkin ini tidak dapat dimaklumi bila Anda tidak merenungkan, sekali lagi menjadi bersifat sosial bukan berarti memberikan sumur Anda pada orang lain ataupun menjebol sumur Anda. Tapi berikanlah porsi sesuai dengan mata air dalam sumur kehidupan Anda
Note :
Mari sikapi kehidupan ini, syukuri apa yang diperoleh sehingga kita dapat memahami dan menjalankannya
Jumat, 07 Januari 2011
ORANG-ORANG BERJUBAH
Oleh. Mohammad Sobary
Pintu flat saya diketuk. Dan, saya membukanya. Tiga orang berjubah hitam tampak di depan pintu. Saya kaget. Apa salah saya, sampai orang-orang dari pengadilan datang kemari?Bukan. Ternyata, mereka orang-orang gereja. Yang di tangan mereka bukan kitab undang-undang, melainkan kitab suci. Ayem saya.
"Are you Christian?" tanya salah seorang berjubah itu "No, mate, I'm a Moslem."
Tak jadi soal. Mereka tetap mendakwahi saya. Disuruhnya saya membaca Bibel. Saya merasa ditodong. Buat mereka, Bibel harus dibaca, sebab dunia ini rusak karena orang tak lagi membaca Bibel.
"Alangkah sepele sebab kerusakan dunia," pikir saya.
"Di dalam kitab ini, kunci keselamatan ditemukan," kata Christ yang brewok itu. Saya jadi takut. Keadaan kelihatannya genting. Namun, saya akui, uraiannya terlalu simplistik. Saya jadi mengerti, mengapa teman lain yang punya pengalaman serupa menggerutu. Tahulah saya, mengapa banyak orang menutup pintu bagi mereka.
Malam hari, saya suka datang ke Mesjid Noble Park. Semula, mesjid itu sebuah gereja. Karena sudah "bangkrut", gereja dijual. Orang-orang Polandia membelinya dan menjadikannya mesjid. Di mesjid itu, orang Polandia juga berjubah hitam.
Mereka mengenakan sepatu waktu salat. Biasanya, selesai salat, tiap jemaah dilempari tasbih. Tampaknya, ada petugas yang khusus melempar-lempar.
Suasananya enak. Tenang sekali buat berzikir. Suatu malam, di tengah kenikmatan zikir itu, seorang berjubah menjawil. "My brother, where are you from?" tanyanya.
"Indonesia." Diajaknya saya bicara Semangat brotherhood nya besar. Dia bertanya alamat di Indonesia. Juga, alamat di Australia. Bagi brother dari Mesir ini, dunia juga rusak, karena orang terlalu mementingkan materi.
Di Australia, misi yang dibawanya adalah "berjuang"mewujudkan tatanan Islami. Ia mengatakan, Islam itu sempurna. Paling sempurna. Dan, mudah. Sejauh orang menuruti jejak Kanjeng Nabi, hidup sudah beres. Tidak lupa pula, dia
mengundang saya ke mesjid Preston, di mana saya bisa bertemu para brother muslim dari berbagai penjuru dunia.
Saya ingat, di Monash, banyak saya jumpai brother dari Malaysia yang punya semangat seperti itu. Mereka ini anggota Jami'atul Tabligh. Semangat mereka hebat dalam mengajak orang Islam untuk menjadi lebih Islam. Mereka fundamentalis (berpegang teguh). Pandangan mereka juga simplistik (sederhana). Kata-kata kunci mereka mudah diingat: dunia sudah rusak, muslim lain hanya sekumpulan domba yang sesat, dan tidak sempurna keislaman kita kalau kita tak berjenggot seperti mereka. Jadi, jenggot merupakan ukuran puritansi (kemurnian/keaslian).
Sebaliknya, kalau sudah seperti mereka, hidup akan amat mudah. Salah seorang brother dari Malaysia ini meninggalkan istrinya di Malaysia. Saya tanya, apa tak "payah" hidup jauh dari istri. Dia tegar menjawab: "Allah will provide."
Maksudnya, Allah akan menyediakan istri. Mereka membolehkan nikah mut'ah. Ketika itu, saya masih tinggal di hall yang mahal. Tapi, saya bilang, sulit mencari flat yang murah.
"Allah will provide," katanya lagi. Tiap soal dijawab: "Allah will provide."
Pintu flat saya diketuk. Dan, saya membukanya. Di depan pintu, tampak orang-orang berjubah. Mereka bukan orang-orang dari gereja, melainkan dari mesjid. Satu orang saya kenal, karena pernah bertemu di Mesjid Noble Park. Mereka datang bersilaturahmi. Saya lega.
Namun, ketika mereka bicara bahwa dunia sudah rusak, saya gelisah. Saya khawatir "khotbah" mereka berkepanjangan. Syukurlah, mereka segera tancap gas.
Di Pamulang, saya bertemu dengan orang-orang berjubah juga. Mereka jemaah Darul Arqam. Sambil meneliti, saya mengaji bersama mereka. Bagi mereka, dunia juga sudah rusak, karena kita kena penyakit "cinta dunia".
Menurut mereka, sakit itu bisa diobati dengan tatanan Islami. Macam apa? Seperti contoh Kanjeng Nabi. Bagi mereka, jenggot dan jubah juga simbol keislaman. Di mana-mana, orang bicara bahwa "dunia sudah rusak". Di mana-mana, orang bicara puritansi. Kritik saya sederhana: mereka lupa membedakan agama dari kebudayaan Arab dan Islam dicampur-aduk. Dikiranya, baru sah Islam kita kalau kita sudah "Arab". Mereka menolak iman yang tidak tampil dalam
"wajah" Arab.
Pintu flat saya diketuk. Dan, saya membukanya. Orang-orang berjubah dari gereja dan dari mesjid hari Minggu itu datang bersama. Flat saya yang kecil itu menjadi gereja sekaligus mesjid.
Saya tak setuju dengan pandangan keagamaan mereka. Tapi, bagaimanapun, melihat semangat dan ketulusan mereka, saya menaruh rasa hormat. Saya tetap bersikap baik. Sebab, siapa tahu --kalau benar mereka ini "penyelamat" dunia, seperti Kanjeng Nabi Nuh AS-- saya bisa menumpang selamat di perahu mereka.
---------------
Mohammad Sobary, Editor, No.30/Thn.IV/6 April 1991
Pintu flat saya diketuk. Dan, saya membukanya. Tiga orang berjubah hitam tampak di depan pintu. Saya kaget. Apa salah saya, sampai orang-orang dari pengadilan datang kemari?Bukan. Ternyata, mereka orang-orang gereja. Yang di tangan mereka bukan kitab undang-undang, melainkan kitab suci. Ayem saya.
"Are you Christian?" tanya salah seorang berjubah itu "No, mate, I'm a Moslem."
Tak jadi soal. Mereka tetap mendakwahi saya. Disuruhnya saya membaca Bibel. Saya merasa ditodong. Buat mereka, Bibel harus dibaca, sebab dunia ini rusak karena orang tak lagi membaca Bibel.
"Alangkah sepele sebab kerusakan dunia," pikir saya.
"Di dalam kitab ini, kunci keselamatan ditemukan," kata Christ yang brewok itu. Saya jadi takut. Keadaan kelihatannya genting. Namun, saya akui, uraiannya terlalu simplistik. Saya jadi mengerti, mengapa teman lain yang punya pengalaman serupa menggerutu. Tahulah saya, mengapa banyak orang menutup pintu bagi mereka.
Malam hari, saya suka datang ke Mesjid Noble Park. Semula, mesjid itu sebuah gereja. Karena sudah "bangkrut", gereja dijual. Orang-orang Polandia membelinya dan menjadikannya mesjid. Di mesjid itu, orang Polandia juga berjubah hitam.
Mereka mengenakan sepatu waktu salat. Biasanya, selesai salat, tiap jemaah dilempari tasbih. Tampaknya, ada petugas yang khusus melempar-lempar.
Suasananya enak. Tenang sekali buat berzikir. Suatu malam, di tengah kenikmatan zikir itu, seorang berjubah menjawil. "My brother, where are you from?" tanyanya.
"Indonesia." Diajaknya saya bicara Semangat brotherhood nya besar. Dia bertanya alamat di Indonesia. Juga, alamat di Australia. Bagi brother dari Mesir ini, dunia juga rusak, karena orang terlalu mementingkan materi.
Di Australia, misi yang dibawanya adalah "berjuang"mewujudkan tatanan Islami. Ia mengatakan, Islam itu sempurna. Paling sempurna. Dan, mudah. Sejauh orang menuruti jejak Kanjeng Nabi, hidup sudah beres. Tidak lupa pula, dia
mengundang saya ke mesjid Preston, di mana saya bisa bertemu para brother muslim dari berbagai penjuru dunia.
Saya ingat, di Monash, banyak saya jumpai brother dari Malaysia yang punya semangat seperti itu. Mereka ini anggota Jami'atul Tabligh. Semangat mereka hebat dalam mengajak orang Islam untuk menjadi lebih Islam. Mereka fundamentalis (berpegang teguh). Pandangan mereka juga simplistik (sederhana). Kata-kata kunci mereka mudah diingat: dunia sudah rusak, muslim lain hanya sekumpulan domba yang sesat, dan tidak sempurna keislaman kita kalau kita tak berjenggot seperti mereka. Jadi, jenggot merupakan ukuran puritansi (kemurnian/keaslian).
Sebaliknya, kalau sudah seperti mereka, hidup akan amat mudah. Salah seorang brother dari Malaysia ini meninggalkan istrinya di Malaysia. Saya tanya, apa tak "payah" hidup jauh dari istri. Dia tegar menjawab: "Allah will provide."
Maksudnya, Allah akan menyediakan istri. Mereka membolehkan nikah mut'ah. Ketika itu, saya masih tinggal di hall yang mahal. Tapi, saya bilang, sulit mencari flat yang murah.
"Allah will provide," katanya lagi. Tiap soal dijawab: "Allah will provide."
Pintu flat saya diketuk. Dan, saya membukanya. Di depan pintu, tampak orang-orang berjubah. Mereka bukan orang-orang dari gereja, melainkan dari mesjid. Satu orang saya kenal, karena pernah bertemu di Mesjid Noble Park. Mereka datang bersilaturahmi. Saya lega.
Namun, ketika mereka bicara bahwa dunia sudah rusak, saya gelisah. Saya khawatir "khotbah" mereka berkepanjangan. Syukurlah, mereka segera tancap gas.
Di Pamulang, saya bertemu dengan orang-orang berjubah juga. Mereka jemaah Darul Arqam. Sambil meneliti, saya mengaji bersama mereka. Bagi mereka, dunia juga sudah rusak, karena kita kena penyakit "cinta dunia".
Menurut mereka, sakit itu bisa diobati dengan tatanan Islami. Macam apa? Seperti contoh Kanjeng Nabi. Bagi mereka, jenggot dan jubah juga simbol keislaman. Di mana-mana, orang bicara bahwa "dunia sudah rusak". Di mana-mana, orang bicara puritansi. Kritik saya sederhana: mereka lupa membedakan agama dari kebudayaan Arab dan Islam dicampur-aduk. Dikiranya, baru sah Islam kita kalau kita sudah "Arab". Mereka menolak iman yang tidak tampil dalam
"wajah" Arab.
Pintu flat saya diketuk. Dan, saya membukanya. Orang-orang berjubah dari gereja dan dari mesjid hari Minggu itu datang bersama. Flat saya yang kecil itu menjadi gereja sekaligus mesjid.
Saya tak setuju dengan pandangan keagamaan mereka. Tapi, bagaimanapun, melihat semangat dan ketulusan mereka, saya menaruh rasa hormat. Saya tetap bersikap baik. Sebab, siapa tahu --kalau benar mereka ini "penyelamat" dunia, seperti Kanjeng Nabi Nuh AS-- saya bisa menumpang selamat di perahu mereka.
---------------
Mohammad Sobary, Editor, No.30/Thn.IV/6 April 1991
Berita

LEMBARAN DAERAH
NOMOR 3 TAHUN 2007
PERATURAN DAERAH KOTA BAU-BAU
NOMOR 3 TAHUN 2007
TENTANG
PEMBENTUKAN KELURAHAN LABALAWA, KELURAHAN KADOLO, DAN KELURAHAN WALIABUKU
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
WALIKOTA BAU – BAU,
Menimbang : a. bahwa dalam rangka peningkatan kelancaran penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan secara berdaya guna dan berhasil guna serta peningkatan pelayanan terhadap masyarakat di kelurahan, maka diperlukan adanya penataan wilayah administrasi melalui pemekaran kelurahan dengan membentuk Kelurahan Labalawa, Kelurahan Kadolo dan Kelurahan Waliabuku ;
b. bahwa berhubung dengan maksud huruf a diatas, perlu ditetapkan dengan Peraturan Daerah ;
Mengingat : 1. Undang – undang Nomor 13 Tahun 2001 tentang Pembentukan Kota Bau – Bau (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 93 , Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4120);
2. Undang – undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembetukan Peraturan Perundang - undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389);
3. Undang – undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437), sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menjadi Undang-undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 108, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4548) ;
4. Undang – undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438) ;
5. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Provinsi sebagai Daerah Otonom (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 54, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3952 );
6. Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2005 tentang Kelurahan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4588);
7. Peraturan Daerah Kota Bau – Bau Nomor 3 Tahun 2003 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kota Bau – Bau (Lembaran Daerah Kota Bau – Bau Tahun 2003 Nomor 3) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kota Bau – Bau Nomor 5 tahun 2004 (Lembaran Daerah Kota Bau – Bau Tahun 2004 Nomor 14);
8. Peraturan Daerah Kota Bau – Bau Nomor 2 Tahun 2006 Tentang Pembentukan Kecamatan Kokalukuna (Lembaran Daerah Kota Bau – Bau Tahun 2006 Nomor 2) ;
Dengan Persetujuan Bersama
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KOTA BAU-BAU
dan
WALIKOTA BAU-BAU
MEMUTUSKAN :
Menetapkan : PERATURAN DAERAH TENTANG PEMBENTUKAN KELURAHAN LABALAWA, KELURAHAN KADOLO DAN KELURAHAN WALIABUKU KOTA BAU-BAU
BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan :
1. Daerah adalah Daerah Kota Bau-Bau.
2. Pemerintah Daerah adalah Pemerintah Kota Bau – Bau.
3. Kota Bau-Bau adalah Daerah Otonom sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang Nomor 13 Tahun 2001 tentang Pembentukan Kota Bau-Bau.
4. Walikota adalah Walikota Bau-Bau.
5. Kelurahan adalah Wilayah kerja Lurah sebagai perangkat Daerah Kota Bau-Bau dalam wilayah kerja Kecamatan yang ada di Kota Bau-Bau.
6. Lurah adalah kepala kelurahan.
7. Pembentukan Kelurahan adalah penggabungan beberapa kelurahan atau bagian kelurahan yang bersandingan atau pemekaran dari satu kelurahan menjadi dua kelurahan atau lebih atau pembentukan kelurahan di luar kelurahan yang telah ada.
BAB II
TUJUAN, SYARAT DAN MEKANISME PEMBENTUKAN
Pasal 2
Pembentukan Kelurahan bertujuan untuk meningkatkan pelayanan masyarakat, melaksanakan fungsi pemerintahan dan pemberdayaan masyarakat dalam rangka mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat.
Pasal 3
Kelurahan dibentuk di kawasan perkotaan dengan memperhatikan persyaratan, jumlah penduduk, luas wilayah, bagian wilayah kerja serta sarana dan prasarana pemerintahan.
Pasal 4
(1) Syarat-syarat pembentukan Kelurahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 meliputi :
a. Jumlah penduduk sekurang-kurangnya 2.000 jiwa atau 400 Kepala Keluarga (KK) ;
b. Luas wilayah sekurang-kurangnya 5 Km2 dan mampu dijangkau secara daya guna dalam rangka pelayanan masyarakat.
(2) Kelurahan dibentuk dengan memperhatikan ciri-ciri sifat masyarakat antara lain ;
a. Majemuk;
b. Dinamis dan kritis;
c. Mayoritas dukungan sosial ekonomi dipengaruhi oleh kehidupan perkotaan.
BAB III
PEMBENTUKAN, BATAS WILAYAH DAN TITIK KOORDINAT
Pasal 5
Dengan Peraturan Daerah ini, dibentuk Kelurahan Labalawa, Kelurahan Kadolo dan Kelurahan Waliabuku dalam Wilayah Kota Bau-Bau Provinsi Sulawesi Tenggara.
Pasal 6
(1) Kelurahan Labalawa berasal dari sebagian Kelurahan Waborobo Kecamatan Betoambari.
(2) Kelurahan Kadolo berasal dari sebagian Kelurahan Kadolomoko Kecamatan Kokalukuna.
(3) Kelurahan Waliabuku berasal dari sebagian Kelurahan Liabuku Kecamatan Bungi.
Pasal 7
Dengan terbentuknya kelurahan sebagaimana dimaksud dalam pasal 6, maka luas wilayah kelurahan masing-masing sebagai berikut :
a. Kelurahan Waborobo Kecamatan Betoambari dikurangi seluas wilayah Kelurahan Labawala yakni seluas 8,57 km² ;
b. Kelurahan Kadolomoko Kecamatan Kokalukuna dikurangi seluas wilayah Kelurahan Kadolo yakni seluas 5,01 km² ;
c. Kelurahan Liabuku Kecamatan Bungi dikurangi seluas wilayah Kelurahan Waliabuku yakni seluas 16,71 km².
Pasal 8
Jumlah penduduk kelurahan sebagaimana dimaksud dalam pasal 6, pada saat terbentuknya masing-masing sebagai berikut :
a. Kelurahan Labawala Kecamatan Betoambari sebesar 2.058 jiwa ;
b. Kelurahan Kadolo Kecamatan Kokalukuna sebesar 2.092 jiwa ;
c. Kelurahan Waliabuku Kecamatan Bungi sebesar 2.066 jiwa.
Pasal 9
(1) Kelurahan Labalawa mempunyai batas-batas wilayah dan titik koordinat sebagai berikut :
a. Sebelah Utara berbatasan dengan Kelurahan Waborobo dengan koordinat 122o 35’42” BT - 5o 35’25” LS ;
b. Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Wolio dengan koordinat 122o 36’54” BT - 5o 30’59” LS ;
c. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Buton dengan koordinat 122o 35’43” BT - 5o 31’50” LS ; dan
d. Sebelah Barat berbatasan dengan Kelurahan Sulaa dengan koordinat 122o 34’48” BT - 5o 31’08” LS.
(2) Kelurahan Kadolo mempunyai batas-batas wilayah dan titik koordinat :
1. Sebelah Utara berbatasan dengan Kelurahan Kadolomoko dengan koordinat 122o 37’33” BT - 5o 27’42” LS ;
2. Sebelah Timur berbatasan dengan Kelurahan Kadolokatapi dengan koordinat 122o 37’43” BT - 5o 28’07” LS ;
3. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kelurahan Bukit Wolio Indah dengan koordinat 122o 37’31” BT - 5o 28’11” LS ; dan
4. Sebelah Barat berbatasan dengan Kelurahan Batulo dan Kelurahan Bukit Wolio Indah dengan koordinat 122o 37’09” BT - 5o 27’50” LS.
(3) Kelurahan Waliabuku mempunyai batas-batas wilayah dan titik koordinat :
1. Sebelah Utara berbatasan dengan Kelurahan Ngkaringkari dengan koordinat 122o 41’08” BT - 5o 22’55” LS ;
2. Sebelah Timur berbatasan dengan Kelurahan Kaisabu Baru dengan koordinat 122o 42’38” BT - 5o 23’11” LS ;
3. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kelurahan Liabuku dan Kelurahan Kaisabu Baru dengan koordinat 122o 40’16” BT - 5o 23’57” LS ; dan
4. Sebelah Barat berbatasan dengan Kelurahan Kalia-lia dan Kelurahan Liabuku dengan koordinat 122o 39’39” BT - 5o 31’08” LS.
(4) Batas – batas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), (2) dan (3) digambarkan dalam peta yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.
(5) Penetapan batas Wilayah Kelurahan Labalawa, Kelurahan Kadolo dan Kelurahan Waliabuku sebagaimana dimaksud ayat (1), (2) dan (3) secara pasti dilapangan ditetapkan dengan Peraturan Walikota.
Pasal 10
(1) Kelurahan Labalawa berkedudukan di Katapi.;
(2) Kelurahan Kadolo berkedudukan di Bagea.
(3) Kelurahan Waliabuku berkedudukan di Benteng.
BAB IV
[
P E M B I A Y A A N
Pasal 11
Pembiayaan pembentukan Kelurahan Labalawa, Kelurahan Kadolo dan Kelurahan Waliabuku di bebankan kepada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bau-Bau.
BAB V
KETENTUAN LAIN – LAIN
Pasal 12
Pembentukan, Penghapusan, Penggabungan serta Perubahan Nama dan Batas Kelurahan dalam Wilayah Kelurahan Labalawa, Kelurahan Kadolo dan Kelurahan Waliabuku ditetapkan dengan Peraturan Daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Pasal 13
Untuk memimpin penyelenggaraan pemerintahan di Kelurahan Labalawa, Kelurahan Kadolo dan Kelurahan Waliabuku diangkat seorang Lurah yang ditetapkan dengan Keputusan Walikota.
BAB VI
KETENTUAN PENUTUP
Pasal 14
Hal – hal yang belum diatur dalam Peraturan Daerah ini sepanjang mengenai pelaksanaannya akan diatur lebih lanjut dan ditetapkan dengan Keputusan Walikota.
Pasal 15
Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan .
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini, dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah Kota Bau-Bau.
| | Ditetapkan di Bau-Bau pada tanggal, 1 Mei 2007 WALIKOTA BAU-BAU, ttd MZ. AMIRUL TAMIM |
| Diundangkan di Bau-Bau pada tanggal, 1 Mei 2007 Plt. SEKRETARIS DAERAH KOTA BAU-BAU, L. M. ARSYAD HIBALI | |
| LEMBARAN DAERAH KOTA BAU-BAU TAHUN 2007 NOMOR 3 | |
Langganan:
Postingan (Atom)